Jumat, 15 Desember 2017

Kenali penyakit difteri dan cara mengatasinya


Kenali penyakit difteri dan cara mengatasinya

Kesehatan anak merupakan hal penting bagi orang tua. Orang tua akan merasa sedih dan cemas ketika anak sakit namun adakalanya kekebalan anak berbeda-beda sehingga tak jarang anak akan terjangkit suatu penyakit. 

Penyakit Difteri

Saat ini penyakit difteri menjadi penyakit yang sedang mewabah di Indonesia bahkan Menteri Kesehatan menetapkan Difteri ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) karena banyaknya orang yang terjangkit tak terkecuali anak-anak. Penyakit difteri pada anak bisa saja terjadi, hal yang harus dilakukan oleh orang tua adalah dengan cepat memeriksakan anak jika terdapat gejala-gejala penyakit difteri pada anak. Apa penyakit difteri itu dan bagaimana gejala-gejalanya pada anak? Berikut pembahasanya.

1. Penyakit Difteri dan Gejalanya

Difteri merupakan salah satu penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas.  Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan bahkan bisa juga menyerang kulit. penyakit difteri merupakan penyakit menular dan bisa mengancam jiwa karena penderita difteri bisa sampai meninggal dunia. 

Gejala umum dari penyakit difteri pada anak ini diawali dengan demam menggigil disertai dengan sakit tenggorokan biasa. Namun jika kondisi anak semakin parah akan terjadi pembengkakan di tenggorokan sehingga menyebabkan sakit saat menelan dan akan kesulitan bernafas karena saluran pernapasan anak terhambat. 

2. Penularan Penyakit Difteri Pada Anak

Ada beberapa faktor penyebab mengapa anak bisa terjangkit penyakit Difteri. Pertama karena anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Imunisasi untuk Difteri ini adalah imunisasi DTP yang sangat bermanfaat untuk kekebalan terhadap penyakit difteri, pertusis dan tetanus secara sekaligus. Kedua karena kondisi lingkungan yang tidak sehat sehingga anak mudah tertular penyakit difteri. 

Penyakit difteri ini adalah penyakit menular yang ditularkan melalui percikan air ludah ketika orang yang terkena difteri bersin atau batuk. Selain itu penularan difteri juga bisa terjadi dari memegang benda atau makanan yang sudah terkena bakteri difteri. 

3. Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Diteri Pada Anak

Pencegahan yang dapat dilakukan agar anak tidak terjangkit penyakit difteri ini selain dengan imunisasi lengkap adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan.  Usahakan anak untuk selalu mencuci tangannya ketika hendak makan atau ketika selesai bermain. Cuci tangan dilakukan dengan benar meliputi sela-sela jari dan menggunakan sabun. 

Selain itu berikan makanan yang bergizi seimbang agar kondisi tubuh anak tetap bugar. Serta biasakan untuk menutup hidung dan mulut ketika bersin. 
  • Pengobatan penyakit Difteri pada anak bisa dilakukan ketika anak mengalami gejala-gejala yang umum terjadi pada penyakit difteri
Biasanya akan ada pemeriksaan laboratorium pada lendir di tenggorokan maupun pada hidung dan walaupun uji laboratorium belum keluar maka anak akan diupayakan agar dirawat terlebih dahulu agae pengobatan dapat berjalan dengan baik. Adapun obat yang diberikan pada anak biasanya jenis obat antibiotik dan antitoksin. 


Previous Post
First

post written by:

0 komentar: